Pekan Olahraga Aparatur Pemerintah Desa (PORADES)  ke II Tahun 2023 Banjarnegara Digelar

Pekan Olahraga Aparatur Pemerintah Desa (PORADES) ke II Tahun 2023 Banjarnegara Digelar

Pembukaan Porades ke II tahun 2023 Kabupaten Banjarnegara secara resmi dibuka oleh Pj Bupati Banjarnegara Tri Harso Widirahmanto SH di Stadion Soemitro Kolopaking Minggu, 12 November 2023.

Upacara Pembukaan PORADES dihadiri Jajaran Forkompimda Banjarnegara dan Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara yang dimeriahkan dengan parade kontingen peserta 20 Kecamatan,  pertunjukan drumb band dari SMK Pancabakti Banjarnegara dan juga penampilan  Group Band lokal Banjarnegara.

Pj Bupati Tri Harso meminta agar kegiatan Porades dilaksanakan dengan penuh suka cita, menjunjung tinggi sportivitas, mempererat tali persaudaraan, dan kebersamaan. Ia juga berarap Porades dapat berjalan dengan baik dan lancar sampai selesai tanpa ada kendala.

“Mari kita tunjukan, bahwa Banjarnegara ternyata mempunyai Aparatur Pemerintah Desa yang sangat kompak, solid dan selalu menjunjung persatuan dan kesatuan,” katanya.

Lebih jauh Tri Harso juga meminta agar Porades menjadi ajang puncak prestasi dan hasil pembinaan  olahraga di tingkat kabupaten. Desa yang maju adalah desa yang mampu memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat, tak terkecuali Aparatur Pemerintah Desanya sendiri.

“Selamat bertanding,  bertandinglah dengan penuh semangat dan sportivitas, Jadikan Porades ini sebagai wahana untuk menunjukkan prestasi yang baik, capailah prestasi itu dengan tetap menjaga semangat kebersamaan dan persaudaraan,” lanjutnya.

Sementara itu dalam laporannya, Kepala Dispermades PPKB Hendro Cahyono mengatakan Porades diikuti seluruh aparatur pemerintah desa se-Kabupaten Banjarnegara yaitu Kepala desa, perangkat desa dan ASN kelurahan di Kabupaten Banjarnegara.

Pekan Olahraga Aparatur Pemerintah Desa (Porades) Kabupaten Banjarnegara digelar, ada 4 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan, meliputi cabang Sepekbola, Tenis meja, Bola Voli dan bulutangkis.

Untuk cabang sepakbola akan di gelar mulai tangal 13 hingga 27 November 2023 dilapangan kelurahan sokanandi dan Stadion Soemitro Kolopaking. Cabang Tenis Meja dilaksanakan di Jaskon Sport Center pada tanggal 16-17 November.

Sementara Cabang Bola Voli dilaksanakan di Surya Yudha Sport Center pada tanggal 20 hingga 22 November 2023, Sedangkan Cabang Bulutangkis dilaksanakan di Jaskon Sport Center Banjarnegara pada tanggal 13 hingga 15 November 2023.

Lebih jauh Hendro mengatakan, tujuan diselenggarakannnya Porades adalah  sebagai ajang silaturahmi antar aparatur pemerintah desa se-Kabupaten Banjarnegara serta untuk memelihara dan meningkatkan persaudaraan antar aparatur pemerintah desa.

Bupati Banjarnegara Launching Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk Balita Stunting

Bupati Banjarnegara Launching Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk Balita Stunting

Pj. Bupati Banjarnegara, Tri Harso Widirahmanto, SH meluncurkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita stunting di Desa Petuguran, Kecamatan Punggelan, Kamis (15/06).

Tri Harso mengatakan,44 desa di 14 kecamatan di Kabupaten Banjarnegara termasuk kategori Miskin Ekstrem. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) angka stunting Kabupaten Banjarnegara pada 2022 adalah 22,2 %. Jumlah tersebut masih tinggi dibandingkan target nasional yaitu 14% pada Tahun 2024. Begitu juga dengan Kemiskinan Ekstrem harus 0% (tuntas) pada Tahun 2024.

“Kondisi ini tentu membutuhkan effort atau usaha yang lebih dari kita semua secara konvergen, holistik, integratif dan berkualitas, mengingat waktu yang tersedia semakin pendek,” katanya.

Tri Harso menilai penurunan angka kemiskinan dan percepatan penurunan stunting tidak hanya melihat angka statistik saja namun lebih dari itu, hal tersebut merupakan tujuan negara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan komitmen dari kita bersama dari lubuk hati yang terdalam sebagai bentuk pengabdian kita kepada masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Tri Harso berpesan kepada Para Camat, Kepala Puskesmas, Koordinator Penyuluh KB, Kepala Desa, Ketua TPPS Desa (Ketua TP PKK Desa) dan Tim Pendamping Keluarga yang akan mendampingi dan memantau proses pemberian makanan tambahan untuk bersungguh-sungguh melakukan tugasnya.

“Pastikan bahwa makanan tambahan tersebut benar-benar dikonsumsi balita dimaksud. Setelah intervensi buat evaluasi secara berkala untuk laporan progresnya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dispermades PPKB, Hendro Cahyono mengatakan program PMT ini diperuntukkan untuk 120 anak yang tersebar di 14 kecamatan dan 35 desa.

“Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa makanan lokal dengan menu yang telah disusun oleh Ahli Gizi dari Dinas Kesehatan. PMT tersebut diberikan selama 90 hari dengan nilai Rp. 20.000 per anak/hari,” jelasnya.

Dikatakan, evaluasi perkembangan balita akan dilakukan setiap minggu, balita stunting tersebut akan ditimbang berat badan serta tinggi badan. Hendro optimis, apabila program PMT ini dilakukan secara berkesinambungan maka akan berhasil menurunkan angka stunting di Banjarnegara.

Pada kesempatan tersebut, PJ Bupati bersama Ketua TP PKK Kabupaten Banjarnegara didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dispermades PPKB dan Camat Punggelan memberikan PMT secara simbolis kepada para balita stunting. Selain itu juga dilakukan demo masak makanan tinggi gizi dengan bahan dasar lokal oleh Ahli Gizi dari Puskesmas Punggelan 2.

Bupati Banjarnegara Tutup Kegiatan TMMD Sengkuyung I di Desa Pegundungan Banjarnegara

Bupati Banjarnegara Tutup Kegiatan TMMD Sengkuyung I di Desa Pegundungan Banjarnegara

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2023 di Desa Pegundungan, Kecamatan Pejawaran resmi ditutup.

Penutupan ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penyerahan laporan hasil kegiatan dari Dandim 0704/ Banjarnegara kepada Pj Bupati Banjarnegara yang diteruskan ke Kepala Desa Pegudungan di Lapangan Desa Pegundungan, Kamis (8/6).

Dandim 0704/ Banjarnegara Letnan Kolonel Inf Dhanang Agus Setiawan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung program TMMD ini sehingga target sasaran fisik maupun non fisik yang sudah direncanakan bisa selesai tepat waktu.

Lebih jauh Dandim menyampaikan, melalui kegiatan tersebut, selain untuk membantu akselerasi pembangunan sarana prasarana dan infrastruktur di daerah, TMMD juga menjadi upaya menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.

“TMMD juga menjadi upaya untuk menjaga semangat kebersamaaan dan gotong royong yang merupakan warisan bangsa untuk memperkuat persatuan agar tidak mudah terprovokasi dan terpecah belah,” katanya saat menjadi Inspektur Upacara Penutupan TMMD

Dikatakan, pada TMMD Sengkuyung Tahap I yang berlangsung selama 30 hari, sejak 10 Mei hingga 8 Juni 2023 ini telah berhasil menyelesaikan sasaran fisik, antara lain pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1.250 meter dengan lebar 2,5 meter dan tebal 0,15 meter, rehab 3 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan pembangunan 1 Poskamling.

Selain itu, untuk sasaran non fisik berupa penyuluhan tentang bela negara, sosialisasi pecegahan dan penurunan angka stunting, penyuluhan tentang kebencanaan serta pelayanan KB juga telah dilaksanakan.

“Pelihara hasil TMMD agar bisa dirasakan manfaatnya dalam waktu yang panjang,” pesannya

Pj Bupati Banjarnegara, Tri Harso Widirahmanto memberikan apresiasi atas terlaksananya program TMMD Sengkuyung Tahap I 2023 yang berjalan lancar dan tepat waktu.

Dia menilai kegiatan tersebut bermanfaat dan memberikan kontribusi secara nyata dalam pembangunan dan menjawab persoalan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan tinjauan lokasi hasil TMMD oleh Pj Bupati dan jajaran Forkopimda Banjarnegara.

KOLABORASI PEMBUATAN VIDEO CEGAH STUNTING OLEH DISPERMADES PPKBD DAN KEMENAG BANJARNEGARA

KOLABORASI PEMBUATAN VIDEO CEGAH STUNTING OLEH DISPERMADES PPKBD DAN KEMENAG BANJARNEGARA

Banjarnegara – Salah satu prioritas pembangunan nasional adalah Percepatan Penurunan Angka Stunting menjadi 14% pada tahun 2024, dalam proses pencapaian target tersebut maka perlu kerjasama lintas sektor.

Intervensi penurunan angka stunting dilakukan dengan berbagai cara diantaranya dengan video edukasi “PENCEGAHAN STUNTING” melalui media sosial.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Drs. Enep Supriatna melakukan koordinasi dengan Kemenag Kab. Banjarnegara dan Pokjaluh Banjarnegara untuk kolaborasi pembuatan video edukasi tentang Pencegahan Stunting. Hasil koordinasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh kedua Dinas dan kolaborasi pembuatan video edukasi Pencegahan Stunting dilakukan oleh Penyuluh KB Banjarnegara dan Penyuluh Agama Banjarnegara.

Pada Hari Kamis, 8 Juni 2023 di Desa Tapen, Kecamatan Wanadadi telah dilakukan kegiatan pembuatan video edukasi Pencegahan Stunting dengan tema penggunaan jamban di kolam ikan yang dikonsumsi. Dalam video tersebut terdapat pesan tentang pentingnya menjaga perilaku hidup bersih dan sehat seperti menggunakan jamban sehat dan penggunaan air bersih.

Kegiatan pembuatan video dihadiri oleh Penyuluh Agama Pandanarum, Bpk Hendriyanto, dan tim dari Penyuluh KB Banjarnegara: Arfella Dara Tristantia (Punggelan), Rudi Santosa (Punggelan), Rifan Haris (Punggelan), Purwanto Hardiman (Pejawaran), Erna Feriasih (Wanadadi), Fidya Arga (Bawang), dan Muslicharini (Rakit)

Dengan adanya video edukasi pencegahan stunting ini diharapkan dapat mengedukasi masyarakat agar mengubah kebiasaan buang air besar dikolam dengan beralih ke kloset yang menggunakan septic tank dan tidak mengkonsumsi ikan yang berasal dari kolam yang ada jambannya. Selain konsumsi ikan dari kolam yang memiliki jamban mengandung bakteri tidak baik dan tidak layak dikonsumsi apalagi ibu hamil dikarenakan bisa berisiko anak stunting.

Diharapkan setelah ini, Dispermades PPKB dan Kemenag Kab. Banjarnegara bisa terus berkerjasama dalam pembuatan video edukasi untuk masyarakat luas.

Duta Genre Jadi Role Model Cegah Pernikahan Dini dan Cegah Stunting di Banjarnegara

Duta Genre Jadi Role Model Cegah Pernikahan Dini dan Cegah Stunting di Banjarnegara

Duta Genre bisa dijadikan role model atau teladan bagi para remaja untuk tidak melakukan pernikahan dini

Hal tersebut dikemukakan oleh Pj Bupati Banjarnegara Tri Harso Widirahmanto saat Grand Final Pemilihan Duta Generasi Berencana (genre) Tahun 2023 pada Selasa 31 Januari 2023 di Pendapa Dipayudha Adigraha.

“Peran duta genre sangatlah penting untuk ikut berperan aktif dalam mensosialisasikan program mengatasi permasalahan pernikahan dini,” ujarnya.

Pemilihan Duta Genre yang diprakarsai oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dispermades PPKB) Banjarnegara ini, menjadi satu upaya melibatkan kalangan remaja dalam pencegahan pernikahan dini di Banjarnegara.

Kepala Dispermades PPKB Banjarnegara, Hendro Cahyono mengatakan, Duta Genre ini merupakan upaya pemerintah dalam melibatkan kalangan remaja terkait pencegahan nikah usia dini dan pemahaman remaja terkait keluarga berencana.

Menurutnya, sebelumnya panitia sudah melakukan seleksi terhadap remaja putra dan putri di setiap wilayah, sehingga terjaring 42 peserta atau 21 pasang remaja putra dan putri yang mewakili kecamatan masing-masing.

“Untuk total peserta lebih dari 150 remaja dan sudah tersaring dalam berbagai tahapan. Hari ini kita menentukan pemenang atau Duta Genre Banjarnegara tahun 2023,” katanya.

Dikatakannya, dari hasil seleksi dan penilaian dewan juri, untuk Duta Genre putra, Galih Panca Utama yang merupakan perwakilan dari Kecamatan Pandanarum keluar sebagai yang terbaik, disusul oleh Fegi Lutfiantoro dari Kecamatan Susukan di posisi runner up. Sementara untuk Duta Genre putri, Afifah Ahmad dari Kecamatan Banjarmangu, keluar sebagai yang terbaik disusul Qonita Lainatun Najah dari Kecamatan Pagedongan di posisi ke dua.

“Untuk juara 1 baik putra maupun putri, akan mewakili Banjarnegara di ajang yang sama pada tingkat Porovinsi Jateng yang akan dilaksanakan pada 21-23 Februari mendatang,” katanya.

Berdasarkan data yang ada di Pengadilan Agama Banjarnegara, tahun 2022 lalu ada 644 dispensasi nikah usia di bawah 19 tahun yang dikabulkan. Tak hanya itu, data dari Dinas Catatan Sipil juga menyebutkan, terdapat 776 persalinan dengan ibu muda berusia 20 tahun ke bawah.

“Ini menjadi permasalahan bersama, usia ideal untuk menikah adalah 21 tahun untuk wanita dan 25 tahun untuk pria. Usia tersebut berdasarkan perhitungan matang secara fisik dan mental bagi calon pengantin, dalam membina rumah tangga,” ujarnya.